BAB 3
MEDIA PEMBELAJARAN DAN
BAHAN AJAR
A. MEDIA CETAK
Media cetak atau menurut Eric Barnow disebut “ printed
page” adalah meliputi segala barang yang dicetak, yang ditujukan
untuk umum atau untuk suatu publik tertentu. Dengan demikian yang dimaksud
adalah meliputi surat kabar, majalah, serta segala macam barang cetakan yang
ditujukan untuk menyebarluaskan pesan-pesan komunikasi. Media cetak sendiri
pengertiannya adalah media statis yang mengutamakan pesan visual yang terdiri
dari lembaran, sejumlah kata gambar atau foto. Umumnya media cetak lini atas
yang digunakan sebagai media perikalanan adalah surat kabar dan majalah,
sedangkan media cetak lini bawah yang digunakan berupa leaflet, brosur, poster
dan sebagainya.
Media cetak bila digunakan sebagai media
penyampai pesan-pesan iklan, mengingat bahwa pesan-pesan iklan pada umumnya
adalah merupakan pesan-pesan yang bersifatpersuasive, maka akan nampak
jelas kelemahan-kelemahan yang melekat pada setiap jenis media cetak. Umpamanya
saja dari segi kelemahannya, ia tidak memiliki unsur bunyi suara manusia (human
voice) sebagaimana yang terdapat pada radio maupun televisi, yang
dapat menimbulkan rasa hangat dan keakraban yang berpengaruh terhadap tigkat
persuasi. Kelemahan umum media cetak sebagai media periklanan.
Menurut Eric Barnow, The printed page sebagai
media penyampai pesan yang berujud cetak punya beberapa kelemahan antara lain:
1. The printed page tidak mempunyai suara , jadi tidak bisa
menimbulkan kesan akrab sehingga kurang mampu menggugah emosi.
2. Yang bisa dicapai oleh printed page hanyalah mereka yang bisa
membaca, bahkan dalam printed tertentu pembacanya adalah orang – orang yang
berpendidikan.
3. Karena printed page dicetak, maka printed page menghendaki untuk
dibaca.
4. Jika radio, TV dan sebagainya bisa dinikmati oleh dua orang atau
lebih secara bersama-sama, maka pada printed page, hal ini kurang leluasa untuk
dilakukan.
Mengingat beberapa kelemahan media cetak seperti
diatas, maka para pemasang iklan yang menggunakan media cetak sebagai media
penyampai pesan-pesan iklannya harus meramu kata dan kalimat, juga punya
kemampuan lebih dalam memvisualisasikan produk. Gambar (visual) dan kata inilah
yang diharapkan mampu mempengaruhi target audience sehingga berbuat sebagaimana
yang disarankan oleh produsen barang dan jasa (pemasang iklan). Meskipun
memiliki kelemahan, namun media cetak juga memiliki kelebihan yang secara umum
meliputi:
1. Media cetak terdokumentasi ; bisa disimpan atau dicollect isi
informasinya.
2. Media cetak lebih terjangkau dari segi harga maupun distribusinya.
3. Media cetak lebih mampu untuk menjelaskan hal-hal yang bersifat
kompleks atau rigid.
Surat kabar (SK) hadir dalam berbagai bentuk
yang jenisnya dapat dibagi dalam beberapa kategori seperti frekuensi terbit
(harian atau mingguan), bentuknya (tabloid atau koran), kelas ekonomi pembaca
(misal yellow paper untuk golongan ekonomi menegah ke bawah;
pos kota), peredarannya (nasional, regional atau lokal), penekanan isi (konomi,
kriminal atau umum).
B. MEDIA AUDIOVISUAL
Tahun 1970 ditemukan teknologi CCD (Charged
Caupled Device) menggantikan tabung citra vidicon. Kamera foto dan kamera
video berkembang sangat pesat berkat penemuan tersebut. Akhirnya hanya tinggal
teknik lensa saja yang hampir tidak berubah. Media penyimpan mengalami
perkembangan dan melahirkan banyak varian, di antaranya dalam bentuk pita (cassete),
cakram (disk), dan memori chip. Dengan demikian sinematografi tidak lagi
identik dengan media penyimpan film/selluloid. Masyarakat mulai risih menyebut
gambar hasil tangkapan dengan teknik sinematografi sebagai film karena media
penyimpannya memang bukan lagi film. CCD yang jauh lebih murah dibanding tabung
citra vidicon juga menyebabkan harga kamera menjadi murah, dengan demikian
penyebarannya menjadi lebih pesat.

0 komentar:
New comments are not allowed.