Tips Bermuhasabah (Introspeksi diri)
Tahun baru adalah saat-saat yang tepat bagi kita untuk melakukan
muhasabah atau introspeksi diri. Gunakanlah pergantian tahun sebagai
momen yang tepat untuk melakukan perubahan diri. Beberapa tips untuk
melakukan muhasabah yang baik adalah sebagai berikut:
Carilah tempat yang tanpa gangguan untuk muhasabah, misalnya di kamar
yang sepi, atau di masjid, atau di tempat yang kita agak asing di situ.
Bawa alat tulis dan buku khusus muhasabah. Ini penting, agar kelak,
beberapa bulan ke depan atau beberapa tahun ke depan jika suatu saat
kita ingin mengukur sejauh mana perubahan telah terjadi dalam diri kita,
kita dapat melihatnya dari buku itu.
Berdo’a kepada Allah SWT
dan mohonkan ampunan-Nya, kemudian mohonlah agar dapat memuhasabah diri
sebagai ikhtiar memperbaiki diri.
Renungkan berbagai kekurangan
kita dalam beribadah kepada Allah SWT, baik dalam muamalah kepada sesama
ataupun berbagai aspek lain dalam hidup kita. Gunakan pertimbangan
ukhrowi saat merenungkan, maksudnya renungkanlah akibat perbuatan kita
dari sisi Allah, bukan hanya dari sisi duniawi saja. Catatlah renungan
di buku kita itu. Jangan malu menuliskan kekurangan kita. Format bebas
sesuai kesukaan masing-masing. Sebagai contoh, bisa dibagi kertas itu
dalam 2 bagian. Bagian yang lebar untuk menuliskan hasil muhasabah kita.
bagian yang kecil nanti untuk menuliskan solusinya.
Setelah
merasa cukup menuliskan semua hal yang kita rasa perlu diperbaiki dalam
diri kita, barulah tuliskan solusi-solusinya di kertas bagian kanan di
buku khusus kita itu. Buatlah solusi yang riil (terjangkau) yang dapat
kita lakukan dalam waktu dekat. Bisa harian atau mingguan. Setiap kita
pastilah memiliki solusi-solusi yang berbeda bergantung dengan cara
pandang, pola pikir, dan wawasan kita.
Setelah usai membuat
solusi, bacalah ulang semua yang telah kita tulis tadi. Azzamkan/
teguhkan dalam diri kita bahwa kita akan menjalankan solusi-solusi riil
itu.
Perbanyaklah ibadah dan ketaatan pada Allah SWT dengan
terus berdo’a agar memperbaiki diri kita dan meneguhkan semua ikhtiar
kita dalam menuju ridho-Nya. Mintalah bantuannya ketika kita butuh
bantuan diikuti dengan ikhtiar sebagai salah satu syarat terkabulnya
do’a kita itu. Ikutilah setiap kesalahan atau perbuatan buruk yang kita
perbuat dengan perbuatan baik. Lakukan terus menerus perbuatan baik yang
dicintai Allah SWT sebanyak-banyaknya.
Evaluasilah hasil kita
dalam jangka waktu tertentu. bisa per 3 hari, lalu per minggu, dan per
bulan. Lakukan dengan konsisten dengan terus meningkatkan kapasitas
“solusi” yang kita buat. Terus perbaiki yang kurang dalam diri, dengan
terus memohon kepada Allah SWT.
Jika gagal, bangkit lagi, gagal,
bangkit lagi, dan terus bangkit. jangan sampai kita menyerah karena
menyerah berarti lari dari rahmat Allah SWT.
Semoga dengan
muhasabah yang baik kita akan menjadi hamba-Nya yang makin mendekat
kepada-Nya, mendekat pada syafaat Rasulullah SAW dan pada akhirnya,
mendekat pada surga-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Amin.
Wallahu’alam bisshawab.
Referensi:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk
hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr :18)
Dari
Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, “Orang
yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta
beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah
adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan
terhadap Allah SWT”. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah
hadits hasan’)