Home » , » HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Written By Hary on Sunday, July 7, 2013 | 10:08 AM


BAB 1
HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Dalam kehidupan manusia sehari-hari hampir tidak pernah terlepas dari kegiatan belajar, baik ketika seseorang melakukan aktivitas sendiri, maupun di dalam suatu kelompok tertentu. Dipahami ataupun tidak dipahami, sesungguhnya sebagian besar aktivitas di dalam kehidupan sehari-hari kita merupakan kegiatan belajar.

Pengertian belajar dapat kita temui dalam berbagai sumber atau literatur. Meskipun kita lihat ada perbedaan-perbedaan dalam rumusan belajar tersebut dari masing-masing ahli, namun secara prinsip kita menemukan kesamaanya.

Burton dalam bukunya “The Guidance of Learning Avtivities”,merumuskan pengertian belajar  sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antarindividu dan individu dengan lingkungannya sehingga mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam buku “Educational Psychology”, H. C. Witherington mengemukakan bahwa belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepribadian atau suatu pengertian. Dalam kesimpulan yang dikemukakan Abdillah, belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek-aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk memperoleh tujuan tertentu. (Aunurrahman, 2010: 35)

Gagne dalam “Catharina Tri Anni”, belajar merupakan sebuah sistem yang di dalamnya terdapat berbagai unsur yang saling terkait sehingga menghasilkan perubahan perilaku. James O. Whittaker mengemukakan bahwa belajar adalah proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui pengalaman.

Muhibbin Syah dalam bukunya “Psikologi pendidikan”, mengemukakan bahwa belajar dapat dipahami sebagai tahapan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dari interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Sehubungan dengan pengertian ini perlu dikemukakan sekali lagi bahwa perubahan tingkah laku yang timbul akibat proses kematangan, keadaan gila, mabuk, dan jenuh tidak dipandang sebagai proses belajar. (Muhibbin Syah: 2010)

M. Sobry Sutikno dalam bukunya “Menuju Pendidikan Bermutu”,mengartikan belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dalam lingkungannya. (M. Sobry Sutikno, 2011: 3)

Dari beberapa definisi belajar, penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian belajar ialah adanya perubahan dan peningkatan seseorang dalam berbagai aspek dan suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya.


Sebagaimana yang dikemukakan oleh H. R. Suparta dan Herry Noer Aly dalam bukunya “Metodologi Pengajaran Agama Islam”, adanya kesepakatan di antara para ahli bahwa perbuatan belajar mengandung perubahan dalam diri seseorang yang telah melakukan perbuatan belajar. (H. R. Suparta dan Herry Noer Aly, 2008: 27)
2.      Pengertian Pembelajaran
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, “Proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”.
Dimyati dan Mudjiono mengartikan pembelajaran sebagai kegiatan yang ditunjukan untuk membelajarkan siswa. Dalam pengertian lain pembelajaran adalah usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri siswa. (Dimyati dan Mudjiono: 1999)
Arief S. Sadiman mengartikan pembelajaran sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Pembelajaran menurut Degeng adalah upaya untuk membelajarkan pembelajar. (Arief S. Sadiman: 1990)
Gagne, Briggs, Wegner dan Udin S. Winataputra mengemukakan sebagai “serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa”. (Udin S. Winataputra, dkk.: 2004)

B.     Tujuan Belajar dan Pembelajaran

1.      Tujuan Belajar

Gagne menyebutkan ada lima macam hasil belajar, yaitu:
a.       Keterampilan intelektual atau keterampilan prosedural yang mencakup belajar diskriminasi, konsep, prinsip dan pemecahan masalah yang semuanya diperoleh melalui materi yang disajikan oleh guru di sekolah.
b.      Strategi kognitif, yaitu kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah baru dengan jalan mengatur proses internal masing-masing individu dalam memperhatikan, belajar, mengingat dan berpikir.
c.       Informasi verbal, yaitu kemampuan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur informasi-informasi yang relevan.
d.      Keterampilan motorik, yaitu kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot.
Sikap, yaitu suatu kemampuan internal yang mempengaruhi tingkah laku seseorang didasari oleh emosi, kepercayaan-kepercayaan serta faktor intelektual. (M. Sobry Sutikno, 2008: 6)

Dengan kalimat yang sangat sederhana, bahwa tujuan belajar menurut hemat penulis adalah sebagai berikut:
a.       Pengumpulan pengetahuan;
b.      Penanaman konsep dan kecekatan;
c.       Pembentukan sikap dan perbuatan.
2.      Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran pada dasarnya adalah kemampuan-kemampuan yang diharapkan dimiliki siswa setelah memperoleh pengalaman belajar. Menurut Nana Sudjana dan Wari Suwaria, kemampuan-kemampuan tersebut mencakup aspek pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor). Penguasaan kemampuan tersebut tidak lain adalah hasil belajar yang diinginkan.
Tujuan dalam pembelajaran merupakan suatu cita-cita yang bernilai normatif. Sebab dalam tujuan terdapat sejumlah nilai yang harus ditanamkan kepada siswa. Nilai-nilai itulah yang nantinya akan mewarnai cara siswa bersikap dan berbuat dalam lingkungan sosial, baik di sekolah maupun di luar sekolah. (M. Sobry Sutikno, 2008: 37)

C.    Ciri-Ciri Belajar dan Pembelajaran

1.            Ciri-ciri belajar

            Terdapat beberapa ciri yang dapat kita ambil dari sejumlah pandangan dan definisi tentang belajar. Adapun ciri-ciri umumnya adalah:

a.       Belajar menunjukan suatu aktivitas pada diri seseorang yang disadari atau yang disengaja;
b.      Belajar merupakan interaksi individu dengan lingkungannya;
c.       Hasil belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku.
2.   Ciri-ciri Pembelajaran
Oemar Hamalik memaparkan tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran, yaitu:
a.       Rencana;
b.      Saling ketergantungan;
c.       Tujuan
            Selanjutnya ciri-ciri pembelajaran, lebih rinci sebagai berikut:
1.      Memiliki tujuan, yaitu membentuk siswa dalam suatu perkembangan tertentu;
2.      Terdapat mekanisme, prosedur, langkah-langkah, metode, dan teknik yang direncanakan dan dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan;
3.      Fokus materi jelas, terarah dan terencana dengan baik;
4.      Adanya aktivitas siswa merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar;
5.      Aktor guru yang cermat dan tepat;
6.      Terdapat pola aturan yang ditaati guru dan siswa dalam proporsi masing-masing;
7.      Limit waktu untuk mencapai tujuan pembelajaran;
8.      Evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi produk. (M. Sobry Sutikno, 2008: 35)
         
Share this article :