BAB 1
HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Dalam
kehidupan manusia sehari-hari hampir tidak pernah terlepas dari kegiatan
belajar, baik ketika seseorang melakukan aktivitas sendiri, maupun di dalam
suatu kelompok tertentu. Dipahami ataupun tidak dipahami, sesungguhnya sebagian
besar aktivitas di dalam kehidupan sehari-hari kita merupakan kegiatan belajar.
Pengertian
belajar dapat kita temui dalam berbagai sumber atau literatur. Meskipun kita
lihat ada perbedaan-perbedaan dalam rumusan belajar tersebut dari masing-masing
ahli, namun secara prinsip kita menemukan kesamaanya.
Burton dalam
bukunya “The Guidance of Learning Avtivities”,merumuskan pengertian
belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya
interaksi antarindividu dan individu dengan lingkungannya sehingga mampu
berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam buku “Educational Psychology”, H.
C. Witherington mengemukakan bahwa belajar adalah suatu perubahan di dalam
kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi berupa
kecakapan, sikap, kebiasaan, kepribadian atau suatu pengertian. Dalam kesimpulan
yang dikemukakan Abdillah, belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh
individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang
menyangkut aspek-aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk memperoleh
tujuan tertentu. (Aunurrahman, 2010: 35)
Gagne dalam
“Catharina Tri Anni”, belajar merupakan sebuah sistem yang di dalamnya
terdapat berbagai unsur yang saling terkait sehingga menghasilkan perubahan
perilaku. James O. Whittaker mengemukakan bahwa belajar adalah proses di mana
tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui pengalaman.
Muhibbin Syah
dalam bukunya “Psikologi pendidikan”, mengemukakan bahwa belajar dapat
dipahami sebagai tahapan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap
sebagai hasil pengalaman dari interaksi dengan lingkungan yang melibatkan
proses kognitif. Sehubungan dengan pengertian ini perlu dikemukakan sekali lagi
bahwa perubahan tingkah laku yang timbul akibat proses kematangan, keadaan
gila, mabuk, dan jenuh tidak dipandang sebagai proses belajar. (Muhibbin Syah:
2010)
M. Sobry
Sutikno dalam bukunya “Menuju Pendidikan Bermutu”,mengartikan belajar sebagai
suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu
perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dalam
lingkungannya. (M. Sobry Sutikno, 2011: 3)
Dari beberapa
definisi belajar, penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian belajar ialah
adanya perubahan dan peningkatan seseorang dalam berbagai aspek dan suatu
proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku
yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di
dalam interaksi dengan lingkungannya.
Sebagaimana
yang dikemukakan oleh H. R. Suparta dan Herry Noer Aly dalam bukunya “Metodologi
Pengajaran Agama Islam”, adanya kesepakatan di antara para ahli bahwa
perbuatan belajar mengandung perubahan dalam diri seseorang yang telah
melakukan perbuatan belajar. (H. R. Suparta dan Herry Noer Aly, 2008: 27)
2. Pengertian Pembelajaran
UU No. 20
Tahun 2003 tentang Sisdiknas, “Proses interaksi peserta didik dengan pendidik
dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”.
Dimyati dan
Mudjiono mengartikan pembelajaran sebagai kegiatan yang ditunjukan untuk
membelajarkan siswa. Dalam pengertian lain pembelajaran adalah usaha-usaha yang
terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar
dalam diri siswa. (Dimyati dan Mudjiono: 1999)
Arief S.
Sadiman mengartikan pembelajaran sebagai upaya untuk membelajarkan siswa.
Pembelajaran menurut Degeng adalah upaya untuk membelajarkan pembelajar. (Arief S. Sadiman: 1990)
Gagne,
Briggs, Wegner dan Udin S. Winataputra mengemukakan sebagai “serangkaian
kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada
siswa”. (Udin S. Winataputra, dkk.: 2004)
B. Tujuan Belajar dan Pembelajaran
1. Tujuan Belajar
Gagne
menyebutkan ada lima macam hasil belajar, yaitu:
a. Keterampilan
intelektual atau keterampilan prosedural yang mencakup belajar diskriminasi,
konsep, prinsip dan pemecahan masalah yang semuanya diperoleh melalui materi
yang disajikan oleh guru di sekolah.
b. Strategi
kognitif, yaitu kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah baru dengan jalan
mengatur proses internal masing-masing individu dalam memperhatikan, belajar,
mengingat dan berpikir.
c. Informasi
verbal, yaitu kemampuan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan
jalan mengatur informasi-informasi yang relevan.
d. Keterampilan
motorik, yaitu kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan
gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot.
Sikap, yaitu
suatu kemampuan internal yang mempengaruhi tingkah laku seseorang didasari oleh
emosi, kepercayaan-kepercayaan serta faktor intelektual. (M. Sobry Sutikno,
2008: 6)
Dengan kalimat
yang sangat sederhana, bahwa tujuan belajar menurut hemat penulis adalah
sebagai berikut:
a. Pengumpulan
pengetahuan;
b. Penanaman
konsep dan kecekatan;
c. Pembentukan
sikap dan perbuatan.
2. Tujuan Pembelajaran
Tujuan
pembelajaran pada dasarnya adalah kemampuan-kemampuan yang diharapkan dimiliki
siswa setelah memperoleh pengalaman belajar. Menurut Nana Sudjana dan Wari
Suwaria, kemampuan-kemampuan tersebut mencakup aspek pengetahuan (kognitif),
sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor). Penguasaan kemampuan tersebut
tidak lain adalah hasil belajar yang diinginkan.
Tujuan dalam
pembelajaran merupakan suatu cita-cita yang bernilai normatif. Sebab dalam
tujuan terdapat sejumlah nilai yang harus ditanamkan kepada siswa. Nilai-nilai itulah
yang nantinya akan mewarnai cara siswa bersikap dan berbuat dalam lingkungan
sosial, baik di sekolah maupun di luar sekolah. (M. Sobry Sutikno, 2008: 37)
C. Ciri-Ciri Belajar dan Pembelajaran
1.
Ciri-ciri belajar
Terdapat beberapa ciri yang dapat kita ambil dari sejumlah pandangan dan
definisi tentang belajar. Adapun ciri-ciri umumnya adalah:
a. Belajar menunjukan suatu
aktivitas pada diri seseorang yang disadari atau yang disengaja;
b. Belajar
merupakan interaksi individu dengan lingkungannya;
c. Hasil
belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku.
2. Ciri-ciri Pembelajaran
Oemar Hamalik memaparkan tiga ciri khas yang
terkandung dalam sistem pembelajaran, yaitu:
a. Rencana;
b. Saling
ketergantungan;
c. Tujuan
Selanjutnya ciri-ciri pembelajaran, lebih rinci sebagai berikut:
1. Memiliki
tujuan, yaitu membentuk siswa dalam suatu perkembangan tertentu;
2. Terdapat mekanisme, prosedur,
langkah-langkah, metode, dan teknik yang direncanakan dan dirancang untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan;
3. Fokus
materi jelas, terarah dan terencana dengan baik;
4. Adanya aktivitas siswa merupakan
syarat mutlak bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar;
5. Aktor
guru yang cermat dan tepat;
6. Terdapat pola aturan yang ditaati
guru dan siswa dalam proporsi masing-masing;
7. Limit
waktu untuk mencapai tujuan pembelajaran;
8. Evaluasi, baik evaluasi proses
maupun evaluasi produk. (M. Sobry Sutikno, 2008: 35)
