Home » , » Penumpang Pesawat Diprediksi Tertinggi

Penumpang Pesawat Diprediksi Tertinggi

Written By Hary on Thursday, July 4, 2013 | 4:19 PM

PALEMBANG –  Dari semua moda angkutan Lebaran, lonjakan penumpang pesawat diprediksi paling tinggi. Hal ini diungkap Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Sumsel Musni Wijaya dalam rapat koordinasi angkutan Lebaran se-Sumatera di Hotel Aryaduta Palembang, Senin malam.
    “Kalau kita melihat potensi sekarang, angkutan udara tertinggi. Jika dibandingkan dengan harga tiket angkutan darat, kebanyakan pemudik akan lebih memilih menggunakan angkutan udara,” ujarnya.
    Prediksi ini cukup beralasan. Pada musim mudik Lebaran tahun lalu, lonjakan penumpang angkutan udara memang lebih tinggi dibandingkan darat. Apalagi untuk angkutan darat dipengaruhi kemudahan pemesanan tiket kereta api. “Saat ini, untuk tiket kereta api dapat bisa dipesan sejak H-90. Akan banyak yang beralih dari bus ke kereta api,”ungkap Musni.
    Peningkatan penumpang khususnya pemudik Lebaran sebenarnya diprediksi mulai H-7 hingga H+7. Untuk puncak arus balik Lebaran, diperkirakan pada H+10. “Tidak hanya sampai H+7, tapi kemungkinan besar hingga H+10 karena adanya tambahan masa liburan sekolah,”bebernya.
    Bagaimana kesiapan angkutan Lebaran? Kata Musni, beberapa waktu lalu telah digelar rapat membahas kesiapan sarana dan prasarana menyambut Lebaran. Berdasarkan data yang telah dihimpun Dishubkominfo Sumsel, untuk angkutan darat jenis bus angkutan kota antar provinsi (AKAP) ada 150 unit dan angkutan kota dalam provinsi (AKDP) ada 970 unit yang disiapkan.
    Untuk armada perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Sumsel juga telah mempersiapkan diri. Total ada 18 kereta dengan kapasitas 6.932 seat (tempat duduk) yang akan dioperasionalkan. Baik tujuan Kertapati-Tanjung Karang dan sebaliknya, Kertapati-Lubuk Linggau dan sebaliknya.
Lalu rute Tanjung Karangm Lubuk Linggau, Kota Bumi-Tanjung Karang  dan sebaliknya, dan Kertapati-Inderalaya dan sebaliknya. “Ada empat  kereta cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang Lebaran,” cetusnya. Untuk melayani penumpang ke Bangka, di pelabuhan Boombaru, ada enam kapal cepat yang akan dioperasionalkan dengan total 2.013 seats.
Jika dirinci, ada Express Bahari 3E dengan 379 seat, Express Bahari 8 dengan 332 seat dan Express Bahari 5 dengan 179 seat.. Lalu ada Sumber Bangka 6 dengan 351 seat, Sumber Bangka 7 dengan 331 seat dan Sumber Bangka 8 dengan 266 seat.
    Sedangkan di pelabuhan 35 Ilir, tersedia sembilan feri dengan kapasitas angkut penumpang 865 orang, 173 unit kendaraan roda empat, dan 180 unit kendaraan roda dua. Nah, untuk angkutan udara, ada sembilan maskapai yang terdata. Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air,Merpati Nusantara Air, Wings Air, Citilink, Sky Aviation, Silk Air, dan Air Asia.  Masing – masing ada tujuan ke Jakarta, Medan, Pangkal Pinang, Batam, Tanjung Pandan, Kuala Lumpur dan Singapura.
    Rata-rata pesawat itu melakukan sekali penerbangan. Namun untuk Garuda Indonesia dan Lion Air tujuan Jakarta ada 11 kali penerbangan. Sedangkan Sriwijaya Air tujuan Jakarta melakukan tiga kali penerbangan.
    “Kita prediksi, penumpang angkutan darat akan mencapai puncak pada H-5 hingga H+5, kereta api H-5 hingga H+5, kapal feri H-5 hingga H+3, kapal cepat H-5 hingga H+5, dan angkutan udara mulai H-5 hingga H+2,”beber Musni.
    Sebelumnya, Sekretaris Dishubkominfo Sumsel, Uzirman Irwandi mengatakan, pemantauan angkutan Lebaran tahun ini akan dilaksanakan mulai 1 Agustus  (H-7) pukul 00.00 WIB hingga 16 Agustus (H+7) pukul 24.00 WIB.
    Ada tiga posko yang akan didirikan, yakni posko yang terdiri dari posko keamanan, posko kesehatan, dan posko pengaduan dan pelayanan. Lalu, dipersiapkan pula sarana dan prasarana pendukung seperti jalan dan jembatan, terminal, bandara, stasiun KA dan pelabuhan. “Yang tak kalah penting yaitu kesiapan BBM,”ujar Uzirwan.
Berkoordinasi dengan instansi terkait, penting juga dilakukan penjagaan dan pengamanan di daerah rawan. Baik itu rawan kemacetan, pasar tumpah, rawan kecelakaan, rawan bencana, dan rawan kriminalitas.(rip)
Share this article :