PALEMBANG – Sepanjang tahun
lalu, PT Bank Syariah Mandiri (BSM) berhasil menghimpun zakat, infak dan
sadakah (ZIS) sebesar Rp26 milliar. Tahun ini, potensinya diperkirakan
mencapai Rp36 milliar - Rp37 milliar.
“Hingga sekarang, kami sudah berhasil menghimpun sekitar Rp20 milliar,” ujar Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BSM, Kiagus M Tohir SE Ak di sela-sela kegiatan Customer Charity Khitanan Massal, kemarin.
Dalam acara yang digelar di BSM Kantor Cabang Patal tersebut, Tohir mengatakan, dana yang dihimpun berasal dari sejumlah sumber. Darimana saja? Pertama, infak perusahaan yang menyisihkan sekitar 2,5 persen dari keuntungan kotor perusahaan.
“Infak (perusahaan, red) disalurkan setiap tahun,” terangnya. Kedua, dari karyawan BSM sendiri. Bagi karyawan yang sudah memenuhi syarat atau sampai nisabnya, maka akan dipotong otomatis dari gaji.
Ketiga, infak dari nasabah BSM. Khusus untuk infak dari nasabah, sekitar 2,5 persen yang diambil dari bagi hasil keuntungan tabungan atau deposito. Mekanismenya, nasabah akan ditanya apakah bersedia untuk berinfak saat membuka rekening baru.
“Jika mereka (nasabah, red) setuju (memberikan infak, red), maka nanti akan langsung dipotong dari bagi hasil keuntungan,” ungkapnya. Dikatakan, dana ZIS yang dihimpun tersebut disalurkan melalui tiga progam pokok.
Yakni Mitra Umat berupa bantuan alat, modal kerja dan peralatan usaha mikro. Kemudian Pendidikan Umat dengan sasaran beasiswa bagi pelajar tingkat sekolah dasar (SD) hingga sarjana (S1) dan bantuan sarana prasana sekolah.
Terakhir program Simpati Umat, yakni bantuan untuk bidang kesehatan, kebencanaan dan lingkungan hidup (LH). “Mayoritas dana tersebut kami salurkan untuk program pendidikan yakni sekitar 45 persen,” tukasnya.
Ditambahkan Kepala BSM Kantor Cabang Simpang Patal, Ari Yusnairy Muslim, dana ZIS salah satunya disalurkan melalui program Customer Charity Khitanan Massal seperti yang diselenggarakan kemarin.
“Kegiatan ini baru pertama kali diselenggarakan,” ungkapnya. Program Customer Charity tersebut efektif mendongkrak jumlah dana yang dihimpun dari nasabah. Hanya dalam dua minggu, pihaknya berhasil menghimpun sekitar Rp5,8 milliar, melampaui target yang dipatok sebesar Rp5 milliar. (vin/ce1)
“Hingga sekarang, kami sudah berhasil menghimpun sekitar Rp20 milliar,” ujar Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BSM, Kiagus M Tohir SE Ak di sela-sela kegiatan Customer Charity Khitanan Massal, kemarin.
Dalam acara yang digelar di BSM Kantor Cabang Patal tersebut, Tohir mengatakan, dana yang dihimpun berasal dari sejumlah sumber. Darimana saja? Pertama, infak perusahaan yang menyisihkan sekitar 2,5 persen dari keuntungan kotor perusahaan.
“Infak (perusahaan, red) disalurkan setiap tahun,” terangnya. Kedua, dari karyawan BSM sendiri. Bagi karyawan yang sudah memenuhi syarat atau sampai nisabnya, maka akan dipotong otomatis dari gaji.
Ketiga, infak dari nasabah BSM. Khusus untuk infak dari nasabah, sekitar 2,5 persen yang diambil dari bagi hasil keuntungan tabungan atau deposito. Mekanismenya, nasabah akan ditanya apakah bersedia untuk berinfak saat membuka rekening baru.
“Jika mereka (nasabah, red) setuju (memberikan infak, red), maka nanti akan langsung dipotong dari bagi hasil keuntungan,” ungkapnya. Dikatakan, dana ZIS yang dihimpun tersebut disalurkan melalui tiga progam pokok.
Yakni Mitra Umat berupa bantuan alat, modal kerja dan peralatan usaha mikro. Kemudian Pendidikan Umat dengan sasaran beasiswa bagi pelajar tingkat sekolah dasar (SD) hingga sarjana (S1) dan bantuan sarana prasana sekolah.
Terakhir program Simpati Umat, yakni bantuan untuk bidang kesehatan, kebencanaan dan lingkungan hidup (LH). “Mayoritas dana tersebut kami salurkan untuk program pendidikan yakni sekitar 45 persen,” tukasnya.
Ditambahkan Kepala BSM Kantor Cabang Simpang Patal, Ari Yusnairy Muslim, dana ZIS salah satunya disalurkan melalui program Customer Charity Khitanan Massal seperti yang diselenggarakan kemarin.
“Kegiatan ini baru pertama kali diselenggarakan,” ungkapnya. Program Customer Charity tersebut efektif mendongkrak jumlah dana yang dihimpun dari nasabah. Hanya dalam dua minggu, pihaknya berhasil menghimpun sekitar Rp5,8 milliar, melampaui target yang dipatok sebesar Rp5 milliar. (vin/ce1)

